SEKILAS INFO
Tuesday, 1 December 2020
  • 8 bulan yang lalu / Pendaftaran Mahasiswa Baru STKIP Adzkia
21
May 2020
0
STEM EDUCATION : PILIHAN PEMBELAJARAN ABAD 21

stkipadzkia-Oleh Widya, M.Pd.

Zaman terus berkembang. Begitu juga dengan dunia pendidikan. Pembelajaran di sekolah saat ini dikenal dengan pembelajaran abad 21. Penekanan pembelajaran ini adalah pada kecakapan abad 21 yakni Communication, Collaboration, CriticalThinking and ProblemSolving, dan Creative/Innovative atau dikenal dengan 4C.
Namun tidak hanya itu, pertimbangan akan perubahan zaman baik itu teknologi, sosial, maupun budaya juga menjadi titik penting dalam pembelajaran saat ini. Pembelajaran abad 21 berlangsung pada era revolusi 4.0. Semua aspek kehidupan mengalami pergeseran. Pendekatan, metode dan media pembelajaran yang digunakan berbeda dari era sebelumnya. Pembelajaran bebasis digital, interaktif dan dekat dengan kehidupan real merupakan metode pembelajaran yang klik dengan tuntutan abad 21.
Sebagai garda depan pendidikan, guru tidak hanya harus cepat membaca perubahan tapi jugacepat beradaptasi dengan perubahan tersebut. Guru diharapkan mampu menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran yang bermakna dan sesuai kebutuhan zaman, pembelajaran abad 21.
Saat ini, pakar pendidikan juga sedang gencar melakukan riset tentang pembelajaran yang efektif di tengah perubahan zaman. Salah satu solusi yang muncul adalah STEM education.
STEM merupakan singkatan dari Science, Technology, Engineering dan Mathematics. Menurut Lilia Halim (Pakar STEM Education, University Kebangsaan Malaysia), STEM education merupakan sistem pendidikan yang dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah, lebih inovatif, mandiri, dan dapat menghubungkan apa dipelajari di sekolah dengan kegiatan sehari-hari.
Kabar baiknya, STEM education dapat diaplikasikan di setiap level pendidikan, mulai dari pendidikan usia dini hingga pendidikan tinggi. Menurut Kuenzi dalam bukunya (Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Education:Background, Federal Policy, and Legislative Action), melalui pembelajaran STEM siswa akan menjadi problem solver, inovator, mandiri, pemikir logis dan melek akan teknologi. Oleh karena itu, STEM Education dianggap mampu menjawab tuntutan revolusi 4.0 dan dapat mewujudkan generasi yang menguasai keterampilan abad 21.
Sebenarnya, STEM education sudah dikembangkan di luar negeri sejak tahun 1957, namun baru diterapkan di beberapa negara sejak tahun 2000-an. Sejak dikembangkan, STEM sudah mengalami beberapa kali perubahan bentuk pendekatan: pendekatan SILO (keempat komponen saling terpisah), pendekatan tertanam (Technology dan Engineering melingkupi komponen Science dan Mathematics), dan pendekatan terpadu (semua komponen terkait satu dengan yang lain).
Di negara berkembang (termasuk Indonesia), STEM telah diperkenalkan oleh pemerintah kepada guru. Berdasarkan beberapa riset diperoleh informasi bahwa sebagian besar guru sudah tahu tentang STEM, namun belum terbiasa untuk mengintegrasikan STEM dalam proses pembelajaran, sehingga perlu dilakukan pengenalan yang lebih mendalam lagi, karena pemahaman guru tentang STEM adalah faktor kunci untuk mengimplementasikannya. Ketika guru telah memahami STEM seutuhnya, maka tujuan penerapan STEM dapat dicapai.
Berminat untuk mengetahui STEM lebih jauh? tunggu di tulisan berikutnya. (*)