SEKILAS INFO
Jumat, 29 Mei 2020
  • 1 bulan yang lalu / Pendaftaran Mahasiswa Baru STKIP Adzkia
22
Apr 2020
0
Karakter Kinerja Berbasis Nilai-Nilai Merantau Etnik Minangkabau

– Oleh : Dr. Ismira, M.Pd. Dosen STKIP Adzkia

Tulisan ini merupakan bagian kecil kajian penelitian disertasi saya di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung dengan judul “Strategi Bimbingan Karir Berbasis Merantau Etnik Minangkabau untuk Mengembangkan Karakter Kinerja Mahasiswa”. Beberapa responden yang membantu penelitian ini antara lain bapak Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, S.Psi. M.Sc. dan  Bapak Viveri Yudi, M.Pd. Nilai-nilai merantau etnik Minangkabau pernah saya presentasikan pada International Conference di Gothenburg Swedia pada tahun 2018 dan dalam pandangan saya kesan audience internasional tentang nilai-nilai merantau etnik Minangkabau, sangat baik.

Karakter kinerja dapat didefinisikan sebagai “pilihan yang baik dan sikap yang positif dalam melaksanakan pekerjaan sehingga memberikan pengaruh terhadap kualitas pencapaian tujuan, kesuksesan pribadi dan kesuksesan sosial. Terdapat tiga aspek penting dalam pengertian karakter kinerja, meliputi :  pertama, pilihan yang baik yang melibatkan pemikiran dan pengetahuan, kedua; sikap yang positif melibatkan hati nurani dan  ketiga; melaksanakan pekerjaan yang memerlukan keterampilan. Karakter kinerja melibatkan tiga komponen pokok kedirian manusia yaitu kebenaran pemikiran, kearifan perasaan dan ketepatan dalam perilaku. Ketiga ranah ini dikembangkan melalui pendidikan dan merupakan kunci kesuksesan hidup manusia.

Karakter kinerja orang Minangkabau lebih berkembang dan semakin terasah ketika melaksanakan anjuran budaya dengan Pergi Merantau. Irwan Prayitno dalam sebuah wawancara menyatakan, “kalau ingin sukses pergilah merantau”. Irwan Prayitno menjelaskan tiga alasan mengapa orang merantau mudah sukses.  Pertama, mental perantau Minangkabau sudah terasah sejak berniat pergi merantau, berangkat merantau dan semakin kuat setelah menjalani kehidupan di rantau. Disaat memutuskan pergi merantau, pemuda Minangkabau sudah mempersiapkan diri untuk struggle (berjuang) menghadapi berbagai rintangan dan cobaan, berjuang untuk selalu survive(bertahan) menghadapi kesulitan serta berjuang untuk meraih kesuksesan. Kedua, peluang meraih kesuksesan orang Minangkabau yang pergi merantau lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak pergi merantau. Selain karena kesempatan kerja lebih banyak, kesuksesan juga dipengaruhi oleh karakter kinerja perantau yang sudah terasah serta ketangguhan fisik dan mental perantau yang sudah teruji. Ketiga, biasanya mereka yang pergi merantau adalah material yang bagus, pandai bergaul, pintar dan cekatan. Pada umumnya siswa dengan peringkat 10 besar di SMA lebih cenderung melanjutkan kuliah ke luar Sumatera Barat. Banyak diantara mereka tidak kembali ke kampung halaman, karena langsung mendapatkan pekerjaan sehinggamenetap di daerah rantau. Fakta ini membuktikan bahwa individu yang merantau adalah orang-orang yang potensial baik dari segi intelektual, mental dan keterampilan. Sebaliknya orang yang tidak merantau bukannya kurang potensial tapi kurang tantangan,  kurang ada lawan, mudah puas dengan hasil apa adanya.

Melalui penelitian dengan mewawancarai bapak Viveri Yudi, seorang tokoh budaya Minangkabau serta dari studi literature,  saya menemukan 4 nilai inti merantau etnik Minangkabau. Pertama, merantau dalam konteks nilai kesuksesan karir yang tertuang dalam pepatah “mambangkik batang tarandam”. Kedua, merantau dalam konteks nilai perkembangan pengetahuan dan  pengalaman yang tertuang dalam pepatah “alam takambang jadi guru”. Ketiga, merantau dalam konteks nilai ketangguhan mental dan sosial yang tertuang dalam pepatah “dima bumi dipijak disitu langik dijunjuang”. Keempat, merantau dalam konteks nilai mengasah keterampilan hidup yang tertuang dalam pepatah “tabang basitumpu inggok mancangkam”.

Keempat nilai merantau etnik Minangkabau tersebut apabila tertanam secara mendalam didalam kepribadian perantau, secara tidak langsung akan mempengaruhi karakter kinerja perantau dalam meraih kesuksesan. Pepatah “mambangkik batang tarandam” mendorong perantau agar bersemangat meraih kesuksesan, bekerja keras untuk keluar dari keterpurukan dan kemiskinan, gigih dan pantang menyerah. Pepatah “alam takambang jadi guru” mengajarkan perantau agar menjadi individu yang kritis, pandai melihat peluang, pandai membaca tanda-tanda alam sehingga bersikap hati-hati, pandai berargumentasi dan antisipatif (siap menghadapi berbagai kondisi). Pepatah “dima bumi dipijak disitu langik dijunjuang” mengandung nasehat agar perantau memahami diri secara baik, pandai menyesuaikan diri, pandai bergaul dan bertindak dengan prinsip-prinsip yang benar berlandaskan nilai agama dan budaya. Sedangkan pepatah “tabang basitumpu inggok mancangkam”, mengajarkan perantau agar memiliki banyak keterampilan dalam hidup (life skill). Perantau hendaknya menjadi individu yang terampil bekerjasama, terampil menyelesaikan masalah serta terampil berkomunikasi dan bernegosiasi.

Nilai pertama adalah “kesuksesan” dan nilai ini menjadi tujuan orang Minang pergi merantau. Nilai kedua adalah “pengetahuan”, nilai ketiga adalah “sikap moral” dan nilai keempat adalah “keterampilan”. Pengetahuan, sikap moral dan keterampilan merupakan tiga modal dasar perantau etnik Minangkabau dalam usaha meraih kesuksesan. Apabila keempat nilai tersebut dipahami, dihayati dan dijadikan dasar dalam berperilaku ketika merantau, dapat dipastikan kesuksesan akan mudah diperoleh oleh perantau Etnik Minangkabau.

(Tulisan pernah terbit di Kolom Opini Harian Padang Ekspress, 18 November 2019)

Pengumuman

FORMAT SURAT REKOMENDASI SEKOLAH UNTUK JALUR PMDK DAN PRESTASI

Penerimaan Mahasiswa Baru

Arsip

Kategori