SEKILAS INFO
Monday, 8 March 2021
  • 2 bulan yang lalu / Pendaftaran Wisuda ke-XIII STKIP Adzkia : 20 Februari 2021
18
Jan 2021
0
Prodi Pendidikan Matematika Bekali Mahasiswa Menjadi Calon Guru di Masa Pandemi

Padang, STKIPAdz– Pendidikan di masa pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga pendidik maupun peserta didik. Tantangan hadir pada berbagai aspek, termasuk pada teknik pembelajaran khususnya pembelajaran Matematika. Banyak guru merasa kesulitan dalam penanaman konsep Matematika. Hal ini dikarenakan terbatasnya penjelasan yang dapat dilakukan saat pembelajaran daring. Pemberian tugas untuk dikerjakan langsung oleh siswa tanpa penjelasan sangat dirasa kurang efektif.

Dalam rangka menyiapkan Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika yang akan menjadi Guru PPL, Ketua Pelaksana, Widya Kahuripan, dan tim menggelar acara bertajuk “Teknik Pembelajaran Matematika Daring dan Pemanfaatan Google Classroom bagi Guru”. Kaprodi Pendidikan Matematika, Meria Ultra Gusteti, M.Pd, menyatakan dukungan atas terselenggaranya kegiatan yang produktif dan menambah wawasan tersebut. “Pembelajaran di masa pandemi tidak bisa diprediksi. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai calon guru harus siap dengan pembelajaran daring ataupun luring, terutama mahasiswa yang akan melaksanakan PPL (Praktek Pengalaman Lapangan),” kata Meria dalam sambutannya, Senin (28/12).

Kegiatan yang direncanakan rutin perbulan ini, menghadirkan Suci Wulandari, M.Pd.. Dosen tetap Prodi Pendidikan Matematika itu memberikan solusi mengatasi kendala yang dihadapi guru dalam mengajar daring.
“Saya membincangkan tentang bagaimana pemanfaatan google classroom yang efektif. Serta membuat stylus pen dari pena bekas, tisu dan karet gelang,” papar Lulusan Pascasarjana Universitas Negeri Malang itu.
Dilanjutkannya, dengan menggunakan stylus pen dalam menjelaskan konsep matematika, guru dimudahkan menulis layaknya di papan tulis pada pembelajaran luring. Stylus pen merupakan sebuah alat berbentuk seperti pena yang digunakan untuk menulis langsung pada layar sebuah alat komunikasi seperti laptop atau smartphone. Pada laptop biasanya bisa menggunakan mouse untuk menulis/mencorat-coret, sama halnya dengan smartphone kebanyakan hanya menggunakan jari. Namun ini tidak menghasilkan tulisan yang natural layaknya menulis dengan tangan menggunakan pena. Maka dari itu stylus pen yang dibuat disini menggunakan bahan dan alat yang mudah didapat dan ekonomis, dengan konsep memindahkan energi pada jari penggunanya melalui pena yang dibalut tisu yang lembap. “Dengan demikian penanaman konsep tidak hanya melalui presentasi materi-materi dengan tampilan seperti yang ada pada buku,” terangnya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada ruang zoom ini mendapat respon positif dari peserta yang terdiri dari mahasiswa dan beberapa dosen. “Alhamdulillah kami bisa membuat stylus pen sendiri, kalau beli kan harganya tidak murah,” papar Cindy Santika. Dilanjutkannya, ilmu pengelolaan google classroom yang efektif dan efisien untuk membuat absensi dan pengelolaan nilai juga sangat berguna. “Semoga acara ini betul-betul dilaksanakan rutin, saya sangat menunggu,” ujarnya antusias. (SW)

Pengumuman

PERINGATAN AKHIR STUDI NIM 2014 DAN MAHASISWA TIDAK AKTIF

Pengumuman Wisuda ke XIII STKIP Adzkia

Lomba Mengulas Naskah Sezaman