STKIP Adzkia
STKIP Adzkia Jl. Taratak Paneh No. 7, Korong Gadang, Kuranji, Kalumbuk, Padang, Kota Padang, Sumatera Barat 25175

Memimpin adalah Melayani


Kuliah Umum Bersama Buya Mahyeldi Ansharullah

Mahasiswa adalah iron stock. Merekalah yang kelak menjadi penerus kepemimpinan bangsa. Perannya sangat strategis, untuk itu, Jumat (4/5), STKIP Adzkia mengadakan kuliah umum bertajuk “Optimalisasi Peran Mahasiswa sebagai Penerus Kepemimpinan Bangsa”. Kuliah umum tersebut menghadirkan, Walikota Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah. Sebelum menjadi walikota, Mahyeldi sempat menjadi wakil ketua DPRD Sumatra Barat dan wakil Wali Kota Padang.

Dalam sambutannya, Presiden BEM STKIP Adzkia, Yoga Suhendra, membahas tentang tiga peran mahasiswa yang harus dioptimalkan yakni Agen of change, Social control, dan Iron stock. Yoga memberikan semangat rekan-rekannya yang hadir memenuhi GOR Adzkia.

Sementara itu, Wakil Ketua II, Khairul Ikhwan, mengatakan setiap diri memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Sambutannya dibuka dengan pantun "Pohon karet banyak bergetah, dipotong-potong menjadi empat, bicara menjadi pemimpin sepertinya mudah, tapi sesungguhnya memang tidaklah berat."

"Menjadi pemimpin yang mampu memimpin diri sendiri dan orang banyak tidaklah gampang. Sekarang, banyak kita lihat orang yang berkuasa tetapi tidak layak jadi pemimpin,” tutur Khairul. Menurutnya, Mahyeldi, merupakan sosok yang dekat dan terbukti mampu memimpin. STKIP Adzkia sengaja memilih beliau untuk turut menumbuhkan bibit-bibit pemimpin dari mahasiswa STKIP Adzkia.

Sambutan Wakil ketua II STKIP Adzkia diakhiri lagi dengan pantun, "Ke danau Singkarak lewat Ombilin, meskipun siang tetap terasa dingin, mahasiswa dan pemuda siapkanlah diri menjadi pemimpin, tentu banyak belajar dan ambil hikmah dari para pemimpin".

Pembina Ormawa, Ronal Rifandi, menyebutkan salah satu alasan kegiatan ini diangkatkan adalah agar mahasiswa mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang kepemimpinan. "Tidak hanya mempelajari teori di kuliah dan juga organisasi tetapi juga langsung mendapatkan pengalaman dari praktisinya," tutur Ronal.

Mengawali kuliah umumnya, Mahyeldi memaparkan tentang semangat nasionalisme, semangat persatuan “Bhineka Tunggal Ika” yang harus dimiliki oleh jiwa-jiwa pemuda dan seluruh rakyat Indonesia. Mahyeldi mengingatkan kembali bagaimana semangat pemuda pada hari sumpah pemuda. Pemuda merupakan kekuatan besar bagi negara untuk dapat maju dan bersaing dengan bangsa lain. Sebagaimana semangat Sumpah Pemuda, semangat persatuan yang mampu mengantarkan bangsa Indonesia pada kemerdekaan.

"Memimpin itu adalah melayani," tukasnya.

Menjadi pemimpin adalah menjadi pelayan bagi rakyat. Untuk menjadi pelayan maka betul-betul harus mengoptimalkan potensi diri dulu. "Sedari dini kita asah diri kita agar mampu menjadi penerus bangsa yang cerdas dengan memperluas wawasan, harus kritis, mempunyai landasan Pancasila dan UUD 1945, dan terutama mempunyai pegangan terhadap nilai-nilai agama, norma, adat yang kuat," katanya.

Lebih dari 500 mahasiswa hadir dalam kuliah umum tersebut. Wakil Ketua I Bpk. Hendrizal, M.Pd, Wakil Ketua II Bpk. Khairul Ikhwan, MM, dosen-dosen juga turut berpartisipasi.

Mahasiswa Angkatan 2016 Prodi PGSD, Siska Novia Dayanti, mengatakan dia semakin open minded terhadap arti kepemimpinan dan bagaimana cara mengoptimalkan potensi diri. "Kuliah umum ini membuat saya dan teman-teman semakin termotivasi untuk mengembangkan diri, sebagai mahasiswa tidak hanya cukup dengan hadir pada matakuliah dan rutinitas seperti biasanya, tetapi juga ikut berperan aktif dalam pengembangan diri misalnya aktif di organisasi dalam atau luar kampus,” katanya.(Fby/Wnd)

Berita Terbaru



Pelaksanaan PPL Maha ...

Pelaksanaan PPL Mahasiswa PGSD STKIP Adzkia 2018

Friday, 09/02/2018 16:43:44

Wakil Ketua I STKIP Adzkia, Hendrizal, memberikan sambutan saat pembukaan acara sosialisasi Pelaksanaan PPL Mahasiswa PGSD tahun 2018, Jumat (9 ...


STKIP Adzkia Pelopor ...

STKIP Adzkia Pelopor Pendidikan Berkarakter

Tuesday, 06/02/2018 09:10:56

Padang -“Saya tidak mau anak saya masuk kampus lain,” ujar seorang Bapak kepada petugas penerima mahasiswa baru STKIP Adzkia Juni 2017 lalu. Sa ...

×